Pembelajaran Interaktif Berbasis Multimedia

Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan multimedia interaktif dalam proses pembelajaran, diyakini dapat meningkatkan minat belajar siswa. Meningkatnya minat dan perhatian siswa dalam proses pembelajaran, memiliki hubungan yang signifikan dengan peningkatan prestasi belajar. Apa dan bagaimana multimedia interaktif itu? Ikuti artikel berikut.
A. Pengertian Multimedia Pembelajaran
Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi. Multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu: multimedia linier dan multimedia interaktif.
Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya: TV dan film.
Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh multimedia interaktif adalah: multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game, dll.
Sedangkan pembelajaran diartikan sebagai proses penciptaan lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Jadi dalam pembelajaran yang utama adalah bagaimana siswa belajar. Belajar dalam pengertian aktifitas mental siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yang bersifat relatif konstan. Dengan demikian aspek yang menjadi penting dalam aktifitas belajar adalah lingkungan. Bagaimana lingkungan ini diciptakan dengan menata unsur-unsurnya sehingga dapat mengubah perilaku siswa. Dari uraian di atas, apabila kedua konsep tersebut kita gabungkan maka multimedia pembelajaran dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajran, dengan kata lain untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) serta dapat merangsang piliran, perasaan, perhatian dan kemauan yang belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali.
B. Manfaat Multimedia Pembelajaran
Secara umum manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dan prises belajar mengajar dapat dilakukan di mana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan.
Manfaat di atas akan diperoleh mengingat terdapat keunggulan dari sebuah multimedia pembelajaran, yaitu:
1. Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron dll.
2. Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan ke sekolah, seperti gajah, rumah, gunung, dll.
3. Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung cepat atau lambat, seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, beredarnya planet Mars, berkembangnya bunga dll.
4. Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh, seperti bulan, bintang, salju, dll.
5. Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau, racun, dll.
6. Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.
C. Karakteristik Media dalam Multimedia Pembelajaran
Sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran, pemilihan dan penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen lain, seperti: tujuan, materi, strategi dan juga evaluasi pembelajaran.
Karakteristik multimedia pembelajaran adalah:
1. Memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan visual.
2. Bersifat interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon pengguna.
3. Bersifat mandiri, dalam pengertian memberi kemudahan dan kelengkapan isi sedemikian rupa sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bimbingan orang lain.
4. Selain memenuhi ketiga karakteristik tersebut, multimedia pembelajaran sebaiknya memenuhi fungsi sebagai berikut:
5. Mampu memperkuat respon pengguna secepatnya dan sesering mungkin.
6. Mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengontrol laju kecepatan belajarnya sendiri.
7. Memperhatikan bahwa siswa mengikuti suatu urutan yang koheren dan terkendalikan.
8. Mampu memberikan kesempatan adanya partisipasi dari pengguna dalam bentuk respon, baik berupa jawaban, pemilihan, keputusan, percobaan dan lain-lain.
D. Format Multimedia Pembelajaran
Format sajian multimedia pembelajaran dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok sebagai berikut:
1. Tutorial
Format sajian ini merupakan multimedia pembelajaran yang dalam penyampaian materinya dilakukan secara tutorial, sebagaimana layaknya tutorial yang dilakukan oleh guru atau instruktur. Informasi yang berisi suatu konsep disajikan dengan teks, gambar, baik diam atau bergerak dan grafik. Pada saat yang tepat, yaitu ketika dianggap bahwa pengguna telah membaca, menginterpretasikan dan menyerap konsep itu, diajukan serangkaian pertanyaan atau tugas. Jika jawaban atau respon pengguna benar, kemudian dilanjutkan dengan materi berikutnya. Jika jawaban atau respon pengguna salah, maka pengguna harus mengulang memahami konsep tersebut secara keseluruhan ataupun pada bagian-bagian tertentu saja (remedial). Kemudian pada bahagian akhir biasanya akan diberikan serangkaian pertanyaaan yang merupakan tes untuk mengukur tingkat pemahaman pengguna atas konsep atau materi yang disampaikan.
2. Drill dan Practise
Format ini dimaksudkan untuk melatih pegguna sehingga memiliki kemahiran dalam suatu keterampilan atau memperkuat penguasaan suatu konsep. Program menyediakan serangkaian soal atau pertanyaan yang biasanya ditampilkan secara acak, sehingga setiap kali digunakan makan soal atau pertanyaan yang tampil selalu berbeda, atau paling tidak dalam kombinasi yang berbeda.
Program ini dilengkapi dengan jawaban yang benar, lengkap dengan penjelasannya sehingga diharapkan pengguna akan bisa pula memahami suatu konsep tertentu. Pada bahagian akhir, pengguna bisa melihat skor akhir yang dia capai, sebagai indikator untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam memecahkan soal-soal yang diajukan.
3. Simulasi
Multimedia pembelajaran dengan format ini mencoba menyamai proses dinamis yang terjadi di dunia nyata, misalnya untuk mensimulasikan pesawat terbang, di mana pengguna seolah-olah melakukan aktifitas menerbangkan pesawat terbang, menjalankan usaha kecil, atau pengendalian pembangkit listrik tenaga nuklir dan lain-lain. Pada dasarnya format ini mencoba memberikan pengalaman masalah dunia nyata yang biasanya berhubungan dengan suatu resiko, seperti pesawat yang akan jatuh atau menabrak, peusahaan akan bangkrut, atau terjadi malapetaka nuklir.
4. Percobaan atau Eksperimen
Format ini mirip dengan format simulasi, namjun lebih ditujukan pada kegiatan-kegiatan yang bersifat eksperimen, seperti kegiatan praktikum di laboratorium IPA, biologi atau kimia. Program menyediakan serangkaian peralatan dan bahan, kemudian pengguna bisa melakukan percobaan atau eksperimen sesuai petunjuk dan kemudian mengembangkan eksperimen-eksperimen lain berdasarkan petunjuk tersebut. Diharapkan pada akhirnya pengguna dapat menjelaskan suatu konsep atau fenomena tertentu berdasarkan eksperimen yang mereka lakukan secara maya tersebut.
5. Permainan
Tentu saja bentuk permainan yang disajikan di sini tetap mengacu pada proses pembelajaran dan dengan program multimedia berformat ini diharapkan terjadi aktifitas belajar sambil bermain. Dengan demikian pengguna tidak merasa bahwa mereka sesungguhnya sedang belajar.
 
http://mtsnslawi.wordpress.com/2010/04/01/pembelajaran-interaktif-berbasis-multimedia/

Facebook untuk pembelajaran

Banyak kasus penyalahgunaan facebook, situs jejaring sosial yang sangat populer, bermunculan akhir-akhir ini. Padahal, tujuan awal diluncurkannya facebook adalah sebagai media untuk saling mengenal bagi para mahasiswa Harvard. Rupanya media untuk saling kenal ini dimanfaatkan juga oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Sebut saja, kisah perkenalan lewat facebook yang berlanjut pada "kopi darat". Perkenalan dari dunia maya, terkadang beridentitas palsu, diwujudkan dengan bersemuka di sebuah tempat. Perkenalan yang singkat sudah dapat dijadikan modal untuk memberikan rasa percaya. Tak jarang berakhir sebagai peristiwa penculikan dan kriminal lain.

Media ini juga dapat dijadikan sebagai ajang berkomersialisasi, termasuk pekerja seks komersil. Germo-germo semakin melek teknologi. Mereka memperkenalkan dagangannya melalui situs jejaring sosial facebook. Beruntunglah, aparat keamanan juga tidak gaptek sehingga cyber criminal dengan modus ini dapat diungkap.

Lantas, apakah facebook harus diharamkan, dilarang? Facebook hanya media, jika disalahgunakan akan berbahaya. Facebook hanya alat, jika disalahgunakan menimbulkan akibat. Sama seperti alat lain. Misalnya pisau, jika disalahgunakan juga menimbulkan akibat. Oleh karena itu, pengguna/user facebook harus dapat bersikap arif dan bijak.

Jika alat digunakan secara positif, tentu menimbulkan manfaat. Berbagai bidang, berbagai usia, berbagai profesi dapat memanfaatkan facebook secara positif. Tak luput untuk bidang pendidikan yang memiliki jutaan peserta didik dapat memanfaatkan facebook. Selain menyampaikan materi ajar, peserta didik pun akan mendapatkan pendidikan teknologi.

Untuk memanfaatkan layanan facebook, seorang peserta didik harus terlebih dulu mendaftar sebagai anggota. Setelah sukses registrasi, konfirmasi dapat dilakukan via surat elektronik/email. Berbagai layanan dari kabar terbaru, komentar, pesan, obrolan, koleksi foto, tautan, acara, catatan, permainan, dan lain-lain dapat dimanfaatkan.

Setelah itu, pengguna diminta untuk mengisi profil berisikan identitas diri, pendidikan, hingga pekerjaan. Umumnya, banyak pengguna yang jujur menuliskan identitasnya. Namun tak sedikit juga pengguna yang memberikan identitas dan foto yang palsu.

Banyak pengguna facebook mengisi kabar terbarunya dengan mencurahkan perasaan. Rasa senang, sedih, kesal, jengkel, marah, dan lain-lain ditulis dalam kabar terbaru. Terkadang tanpa disadari bahwa apa yang ditulis pengguna menunjukkan karakteristik kepribadiannya. Kabar-kabar terbaru ini tak dapat dipungkiri oleh banyak pengguna sangat menginginkan untuk dikomentari. Interaksi komentar teman-teman pengguna biasanya menarik hati pengguna.

Namun, tentu akan lebih bermanfaat jika kabar-kabar terbaru ini diisi dengan hal-hal seputar pendidikan. Misalnya "2010 bumi itu datar". Dari kabar ini mungkin akan muncul komentar, seperti "kok bisa?". Mungkin bisa ditanggapi lagi dengan "kejadian di muka bumi dapat dilihat di layar datar".

Dalam kabar terbaru juga bisa dituliskan berbagai hasil penelitian. Misalnya "90% siswa suka multimedia". Mungkin akan muncul komentar "teorinya siapa?". Lalu, dapat ditanggapi dengan "hasil penelitian Wahono tahun 2006". Jika pembaca penasaran, informasi singkat ini dapat dilacak di mesin pencari, seperti google.com, yahoo.com, bing.com, dan lain-lain dengan menuliskan kata kunci "Wahono, multimedia".

Fitur dalam kabar terbaru sangat memungkinkan pengguna menampilkan foto. Pengguna dapat menuliskan kabar terbaru melalui objek ilmiah, foto kegiatan belajar melalui pendekatan tertentu, buku-buku yang baru terbit, buku-buku yang ditulis pengguna sendiri, dan lain-lain. Semua gambar yang di-upload diharapkan memiliki nilai edukasi yang tinggi. Dengan demikian, pengguna facebook yang lain memperoleh sebuah pembelajaran.
Selain menayangkan kabar terbaru disertai foto, facebook juga memberikan layanan kabar terbaru disertai video. Video ini juga harus memiliki nilai edukasi yang tinggi. Video ini dapat berupa hasil rekaman pendek sendiri atau dari sumber lain, misalnya youtube.com. Jutaan video dari youtube tentu harus difilter. Video-video yang bernilai edukasiharus dipilih. Video-video yang bernilai edukasi rendah harus dihindari.

Facebook juga menyediakan layanan undangan acara. Jika acara yang dimaksud adalah pelaksanaan kegiatan ilmiah, tentu situs jejaring sosial ini akan membawa banyak manfaat untuk pengguna. Undangan acara seminar, debat, diskusi, sarasehan, workshop, lokakarya, dan lain-lain dapat disampaikan melalui facebook tanpa harus repot-repot menyebar undangan cetak.

Kabar terbaru facebook juga memberikan layanan tautan ke situs tertentu. Tautan-tautan ini dapat dialamatkan pada situs-situs pendidikan, seperti situs departemen pendidikan, situs universitas, situs sekolah, hingga blog-blog milik personal. Hal-hal menarik dari situs-situs edukasi ini dapat dikomentari sekaligus memberikan informasi kepada pengguna lain.

Facebook juga menyediakan layanan pesan. Kegiatan konsultasi akademik pun dapat dilakukan melalui layanan ini. Layanan pesan ini terdiri atas pesan dinding yang dapat dibaca orang lain dan pesan dinding privat yang tidak dapat dibaca orang lain. Jika pesan-pesan yang disampaikan bernilai edukasi bagi orang lain, alangkah bijak pengiriman pesan dilakukan di dinding. Jika dianggap bermanfaat bagi orang lain, dapat dituliskan di pesan dinding. Jika kurang nyaman, konsultasi dapat dilakukan di pesan dinding secara privat.
Selain melalui pesan, konsultasi belajar dapat dilakukan melalui obrolan (chatting) jika kedua pengguna online. Umumnya, obrolan yang terjadi terkait perasaan, bertanya kabar, dan lain-lain. Pengguna juga dapat memaksimalkan layanan obrolan ini untuk konsultasi akademik. Melalui layanan ini, konsultasi belajar dapat berlangsung aktif. Pertanyaan dapat langsung dijawab tanpa harus menunggu lama.Konsultasi ini dapat memangkas jarak yang terkadang menjadi kendala dalam berkonsultasi.

Facebook juga menyediakan layanan catatan. Berbagai informasi bernilai akademis dapat ditulis dalam layanan catatan ini. Catatan pemikiran, tulisan populer, esai ringkas, dan lain-lain dapat dibagikan kepada pengguna lain. Jika menarik, sangat dimungkinkan memperoleh komentar-komentar yang berupa tanggapan, kesan, saran, kritik, dan lain-lain dari pengguna lain.

Untuk memperluas jaringan, pengguna dapat menambahkan teman dari jutaan anggota facebook. Ratusan, bahkan ribuan teman dapat dikelompokkan berdasar asal, sekolah, universitas, hingga profesi. Misalnya kelompok guru, kepala sekolah, sekolah X, universitas Y, MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), dan lain-lain.

Jika membutuhkan layanan pesan pendek/SMS, pengguna dapat memodifikasi layanan dasar facebook dengan menambahkan fasilitas pesan pendek gratis. Pesan pendek ini pun dapat digunakan untuk urusan akademis.

Pengguna dapat mengatur privasi dalam akunnya. Akun pengguna lain yang kurang bernilai akademis dapat diblokir atau bahkan dihapus. Hal ini sangat berguna bagi pengguna untuk melakukan filterisasi. Akun pengguna yang tidak memiliki informasi identitas yang jelas dapat dihapus, apalagi akun-akun yang menawarkan wanita-wanita jalang.

Sekali lagi, facebook adalah media. Pengguna harus dapat memanfaatkan media ini untuk menambah nilai akademisnya, bukan sebaliknya. Pertanyaannya, apakah personal-personal akademis, khususnya siswa/mahasiswa dan guru/dosen mau menjadikan facebook sebagai media pendidikan? Mari kita amati kata berkata dan gambar berujar dalam facebook.

http://kataberkata.com/facebook_untuk_pembelajaran.html
Kenyataan di lapangan untuk menerapkan pembelajaran yang aktif, kreatif dan menarik, atau lazim disingkat PAKEM, terdapat permasalahan yang bisa disebut sebagai kesulitan. Permasalahan tersebut antara lain pertama, standardisasi sarana/prasarana sekolah yang belum tercapai. Khusus mengenai hal ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat dan juga kalangan pendidik sendiri. Kedua, distribusi tenaga pengajar yang tidak merata. Sebagai contoh, di tempat penulis bertugas. Jika di pusat kota tenaga pengajar sudah sesuai dengan formasi dan kualifikasi. Sebaliknya, sekolah di daerah yang terpencil masih kekurangan tenaga pengajar atau formasi yang ada belum sesuai kualifikasi. Maka tidak heran apabila ada ungkapan “jangankan ber-PAKEM, masih beruntung ada guru yang mau mengajar”.
Selain kedua permasalahan itu, hal yang ditemukan di lapangan yakni kualitas tenaga pengajar yang belum sesuai harapan. Imbasnya, pembelajaran berjalan kering minim kreatifitas metode atau media.
Mengenai sarana/prasarana yang belum mencapai standar minimal, tentu tidak mutlak tanggung jawab pemerintah. Bukan hal yang harus dikeluhkan mengingat jumlah anggaran yang tidak sebanding dengan jumlah sekolah. Namun tugas seluruh unsur pemangku kebijakan untuk mengefisienkan anggaran yang ada untuk mempercepat standardisasi sarana/prasarana sekolah.
Ranah selanjutnya mengenai distribusi tenaga pengajar atau guru. Mentalitas yang beranggapan bahwa bertugas di daerah perkotaan akan membuat kualitas pembelajaran menjadi baik. Akumulasi akibat dari guru yang berkeinginan dimutasikan dari daerah terpencil, menjadikan kurang bahkan kosongnya formasi guru di sekolah.
Apabila hal demikian menjadi fenomena umum, maka akan merambah pada hilangnya kemauan untuk maju dan beprestasi. Kalaupun menjalankan tugas semata karena tuntutan dan terkesan asal-asalan. Pada gilirannya, tataran yang paling memprihatinkan akan menyerah dengan keadaan yang syarat kesulitan dan masalah.
Adalah Paul G. Stoltz yang telah menyatakan bahwa kecerdasan adversitas sangat diperlukan dalam kehidupan. Seseorang yang memiliki kecerdasan adversitas tidak mudah menyerah terhadap kesulitan yang dihadapi. Justru akan berusaha mencari cara dan melakukan tindakan untuk mengatasi kesulitan atau masalah.
Selaras dengan Paul G. Stoltz, Dani Ronnie M., menuliskan bahwa semua guru wajib memiliki kecerdasan adversitas sebagai kekuatan untuk menghadapi dan mengatasi masalah atau kesulitan. Apalagi jika berkaca pada kenyataan yang ada di lapangan, betapa beragamnya permasalahan dengan dimensi kesulitan. Menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru untuk selalu meningkatkan kualitas dan kompetensi.
Manifestasi dari kecerdasan adversitas seorang guru dalam rangka menghadapi dan mengatasi kesulitan, salah satunya dengan mengevaluasi dan memperbaiki metode pengajaran. Sandy MacGregor dalam Made Aripta Wibawa (2005: 208) mengemukakan metode pengajaran yang berbasis Visualisasi, Auditori dan Kinestetik (VAK).
Metode visualisasi adalah pengajaran dimana guru memperlihatkan kepada anak didik yang berupa gambar, warna, tanda, ilustrasi, diagram, angka, grafik, atau transparansi. Metode kedua yang dikemukakan MacGregor adalah auditori. Pembelajaran bersifat mendengar, anak didik diarahkan menyerap informasi melalui pendengarannya. Sebagai contoh, musik klasik, percakapan, diskusi, atau direct lesson. Adapun metode terakhir yaitu kinestetik, yang bisa dikatakan cara belajar terbaik dengan melakukan dan mengalaminya. Aktifitas yang bisa diambil contoh antara lain bermain dan membuat prakarya (menggambar, bernyanyi, bercerita dan main drama).
Fakta yang sering dialami guru manakala menghadapi anak didik dengan bakat yang berbeda. Artinya, sebagian anak didik berbakat dengan metode visualisasi, sebagian yang lain sangat tertarik dengan metode auditori. Sementara ada anak didik yang tertarik hanya dengan metode kinestetik. Situasi yang paling melegakan bagi guru dimana anak didik berbakat dengan ketiga metode MacGergor tersebut.
Terlepas dari permasalahan yang ada, seyogianya guru senantiasa memiliki motivasi untuk maju dan dan berprestasi. Sekedar tawaran dan saling berbagi untuk menerapkan metode yang sesuai dengan yang dikemukakan MacGregor. Penulis mengadaptasi game komunikatif karya Jill Hadfield yang diberi judul “yuppies”.
Permainan “yuppies” tergolong kegiatan yang dilakukan di dalam ruang kelas. Jenis kegiatannya dibuat kelompok kecil terdiri dari empat siswa. Inti kegiatannya seperti bermain kartu remi. Bedanya, gambar dalam dilapisi dengan gambar nama-nama benda. Adapun cakupan bahasa yang ditekankan adalah tataran leksikal berupa possessions (kata ganti milik). Sedangkan fungsi dari cakupan bahasa dari permainan ini digunakan untuk menjelaskan perbandingan atau materi comparative, misal –er than …, dan morethan.
Prosedur memainkan “yuppies” ini sangat sederhana. Pertama, guru menyiapkan lima set kartu remi yang sudah dimodifikasi. Masing-masing set berisi dua puluh kartu dengan gambar yang berbeda. Kedua, bagilah siswa menjadi kelompok kecil dengan masing-masing kelompok terdiri empat siswa (pemain). Jika dalam satu kelas terdapat dua puluh siswa maka ada lima kelompok. Ketiga, bagikan masing-masing kelompok dan mintalah siswa untuk mengocok kartu dan membagikannya sampai habis. Sebagai contoh dimulainya permainan dalam satu kelompok, pemain pertama melemparkan (meletakkan) sebuah kartu ke meja dan menyatakan sesuatu yang berhubungan dengan gambar pada kartu tersebut. Misal, diawali mengatakan “yuppies …,” dilanjutkan dengan “my car cost 80.000 US$”. Pemain selanjutnya harus memilih sebuah kartu yang dipegang dan meletakkannya ke arah kartu pemain pertama, lantas membuat pernyataan perbandingan, misal “yuppies …,” “my diamond ring is more beautiful than your car”. Pemain ketiga dan keempat dan seterusnya harus meletakkan kartu ke arah pemain sebelumnya dan melontarkan pernyataan perbandingan, misal “yuppies …” “my mobile is prettier than your diamond ring” dan seterusnya, misal “yuppies …” “my computer is more intelligent than your mobile”. Jika seorang pemain tidak bisa membuat perbandingan, maka dilewati dan diteruskan ke pemain selanjutnya. Pemain yang menghabiskan kartu pertama adalah pemenang.
Hal yang perlu diperhatikan selain prosedur permainan “yuppies” adalah aturan main. Pertama, pemain tidak dapat menggunakan kata sifat yang sama dua kali. Kedua, dilarang menggunakan pernyataan perbandingan yang tidak masuk akal (misal, “my house is more intelligent than your car”).
Keunggulan “yuppies” antara lain guru tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk membuat media. Selain itu, efeknya ke siswa sangat baik. Secara tidak sadar mereka mengungkapkan comparative sentence sambil bermain kartu dengan suasana yang menyenangkan. Keunggulan lainnya permainan ini bisa di adaptasi dan dimodifikasi tidak hanya untuk mata pelajaran bahasa Inggris.
Demikian uraian tentang “yuppies” dalam pembelajaran bahasa Inggris. Rasanya lebih pantas uraian ini sebagai sarana berbagi pengalaman sekaligus media untuk memotivasi diri. Penulis beranggapan bahwa berbagi dan memotivasi diri dapat menciptakan komitmen dalam rangka memberikan yang terbaik kepada anak didik. Betapa indahnya manakala situasi seperti ini tercipta di semua tingkatan pendidikan dan di semua wilayah negeri ini tanpa dibeda-bedakan permasalahan yang melekat.
Kiranya bagi unsur pemerintah dalam hal ini kementerian sampai dinas pendidikan sudah mengupayakan dengan optimal dalam berikhtiar meningkatkan kompetensi pendidik. Namun tetap terus dievaluasi konsep dan teknis pelaksanaannya. Akan menjadi tidak berdaya guna ketika program yang baik tidak terpublikasi dengan baik pula, seperti contoh kecil informasi lomba karya tulis ilmiah belum terealisir ke semua guru, khususnya di daerah yang terpencil.
Akhirnya, penulis menggugah diri sendiri dan semua guru di Indonesia untuk bersama-sama merespons perhatian dari pemerintah dengan pikiran positif dan langkah nyata berkreasi menciptakan terobosan-terobosan cerdas.

Metode Pembelajaran Bahasa Inggris Revolusioner untuk Dewasa


Belajar lebih cepat dan efektif dengan metode Efekta™
Dikembangkan selama beberapa tahun dengan dana US$40 juta, metode pembelajaran Efekta™ merupakan salah satu loncatan terbesar dalam sejarah pembelajaran bahasa Inggris 20 tahun terakhir ini. Dirancang khusus oleh Tim Peneliti dan Pengembang Akademik EF, Efekta™ menggabungkan metode pengajaran terbaik dengan teknologi terkini; hasilnya adalah kursus bahasa Inggris yang canggih dan efektif, yang membantu Anda belajar bahasa Inggris lebih cepat.

Cara kerja metode pembelajaran Efekta™
Kombinasi sempurna antara pengajar, teknologi & Life Club
Metode pembelajaran bahasa Inggris Efekta™ pada dasarnya sederhana. Guru penutur asli mengasah ketrampilan berbicara dan pelafalan di kelas. Selain itu, pembelajaran Anda juga didukung tutorial online iLAB - lab bahasa Inggris inovatif EF. Kombinasi ini secara terarah, fleksibel dan cepat membantu Anda meningkatkan kemampuan bahasa Inggris Anda dalam berbagai hal, seperti kosa kata, aksen, pelafalan serta tata bahasa. Anda juga dapat mengikuti kegiatan seru Life Club – seperti klub penggemar kopi, pojok percakapan, makan malam dan pesta – yang membuat Anda tetap belajar bahasa Inggris meskipun berada di luar kelas. Kursus ini tidak hanya secara efektif membantu Anda belajar bahasa Inggris lebih cepat, tetapi juga menjadikan belajar bahasa Inggris menyenangkan.
• Keunggulan metode pembelajaran bahasa Inggris Efekta™
Lebih cepat: Anda belajar lebih banyak di kelas karena waktu tidak dihabiskan hanya untuk menghafal, tapi untuk bercakap-cakap.
Fleksibel: Anda bisa membawa Efekta™ pulang. Apabila Anda ingin belajar kapan saja sesuai dengan keinginan Anda, Anda dapat memilih iLAB – yang memungkinkan Anda berlatih bahasa Inggris secara online – sebagai penunjang belajar Anda. Hubungi course consultant Anda untuk informasi lebih lanjut.
Terarah: Anda bisa belajar lebih banyak di lab bahasa karena Anda dapat memfokuskan diri secara khusus pada kelemahan Anda dan pada topik-topik yang Anda sukai.
Sesuai kebutuhan: Kursus menjadi lebih personal karena Anda dapat memilih hampir 100 topik khusus sebagai tambahan pelajaran reguler yang Anda dapatkan di kelas. Misalnya, bahasa Inggris untuk perfilman, bahasa Inggris untuk pariwisata atau bahasa Inggris bidang perbankan.

Belajar Bahasa Inggris yang Menyenangkan

Mayoritas (82 persen) siswa SMP tak lulus try out ujian nasional. Dari empat mata pelajaran yang diujikan dalam Unas, Bahasa Inggris menjadi pelajaran yang paling banyak menjatuhkan nilai para peserta uji coba Unas yang dilakukan serentak oleh Dindik Surabaya. Nilai terendah Bahasa Inggris adalah 0,20. Bahasa Inggris menjadi momok bagi calon peserta Unas. Padahal, mereka telah mempelajari bahasa internasional sejak berada di bangku Sekolah Dasar, bahkan TK.


Murid-murid yang akan mengikuti Unas menganggap belajar Bahasa Inggris itu sulit karena ia memiliki susunan kalimat yang beda jika digunakan di waktu yang lain. Mereka juga tidak berani mengobrol dengan wisatawan asing jika kebetulan bertemu. Padahal, turis itu mengapresiasi murid yang berani berbicara dalam Bahasa Inggris walaupun tidak lancar.

Pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dianggap kaku dan monoton. Murid dipaksa menghafalkan 16 tenses, tanpa memahaminya. Jika ada kelas listening di lab, mereka hanya pasif mendengarkan dan kurang berani bertanya pada guru. Para siswa juga kesulitan menghafalkan kosa kata (vocabulary). Selain itu, jumlah murid setiap kelas terlalu besar. Kelas bahasa hanya boleh menampung maksimal 20 murid.

Bahasa Inggris sebenarnya mudah untuk dipelajari, asal Anda tahu triknya. Selain itu, senangilah Bahasa Inggris jika ingin menguasainya. Di dalam bukuFinancial Revolution, Tung Desem Waringin berkata bahwa manusia cenderung menjauhi hal yang dibencinya dan mendekati hal yang disukainya.

Langkah pertama belajar bahasa inggris yang menyenangkan adalah dengan mengetahui lima aspek dalam pembelajarannya, yaitu writing, listening, grammar, speaking, dan vocabulary. Belajar writing dapat dilakukan dengan menulis diarydalam Bahasa Inggris. Latihan ini sekaligus untuk mengecek kemampuan grammarAnda.

Pemahaman akan fungsi tenses dalam waktu tertentu lebih berguna daripada sekedar hafalan. Misalnya, kalimat Fandy went to Malang. Jika Anda memahamitenses, otomatis Anda mengenali kalimat ini sebagai simple past tense.

Gunakan Bahasa Inggris setiap hari di rumah dan di luar rumah untuk belajarspeaking. Di Pare, ada kursus yang mana seluruh peserta wajib berbicara menggunakan Bahasa Inggris, dan metode ini terbukti berhasil. Ikutilah klub bahasa Inggris. Jika Anda bertemu wisatawan asing, beranikan diri untuk mengobrol dengannya.

Kemampuan listening dan penambahan vocabulary dapat ditingkatkan dengan cara yang menyenangkan pula. Tonton film Hollywood dan simak dialog dari para aktor dan aktris. Catat kata baru yang Anda dapatkan dari teks terjemahan. Dengarkan lagu berbahasa inggris, cari teksnya, pelajari, dan jika bisa terjemahkan. Teks lagu tersedia gratis di internet. Sambil mendengarkan lagu, Anda dapat berlatih listening sekaligus menambah vocabulary.

Bahasa Inggris bukanlah momok bagi Anda. Gunakan cara belajar yang menyenangkan dan Anda akan menuai hasil yang menyenangkan pula.(*)

Belajar Bahasa Inggris yang Menyenangkan

Mayoritas (82 persen) siswa SMP tak lulus try out ujian nasional. Dari empat mata pelajaran yang diujikan dalam Unas, Bahasa Inggris menjadi pelajaran yang paling banyak menjatuhkan nilai para peserta uji coba Unas yang dilakukan serentak oleh Dindik Surabaya. Nilai terendah Bahasa Inggris adalah 0,20. Bahasa Inggris menjadi momok bagi calon peserta Unas. Padahal, mereka telah mempelajari bahasa internasional sejak berada di bangku Sekolah Dasar, bahkan TK.

Murid-murid yang akan mengikuti Unas menganggap belajar Bahasa Inggris itu sulit karena ia memiliki susunan kalimat yang beda jika digunakan di waktu yang lain. Mereka juga tidak berani mengobrol dengan wisatawan asing jika kebetulan bertemu. Padahal, turis itu mengapresiasi murid yang berani berbicara dalam Bahasa Inggris walaupun tidak lancar.

Pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dianggap kaku dan monoton. Murid dipaksa menghafalkan 16 tenses, tanpa memahaminya. Jika ada kelas listening di lab, mereka hanya pasif mendengarkan dan kurang berani bertanya pada guru. Para siswa juga kesulitan menghafalkan kosa kata (vocabulary). Selain itu, jumlah murid setiap kelas terlalu besar. Kelas bahasa hanya boleh menampung maksimal 20 murid.

Bahasa Inggris sebenarnya mudah untuk dipelajari, asal Anda tahu triknya. Selain itu, senangilah Bahasa Inggris jika ingin menguasainya. Di dalam bukuFinancial Revolution, Tung Desem Waringin berkata bahwa manusia cenderung menjauhi hal yang dibencinya dan mendekati hal yang disukainya.

Langkah pertama belajar bahasa inggris yang menyenangkan adalah dengan mengetahui lima aspek dalam pembelajarannya, yaitu writing, listening, grammar, speaking, dan vocabulary. Belajar writing dapat dilakukan dengan menulis diarydalam Bahasa Inggris. Latihan ini sekaligus untuk mengecek kemampuan grammarAnda.

Pemahaman akan fungsi tenses dalam waktu tertentu lebih berguna daripada sekedar hafalan. Misalnya, kalimat Fandy went to Malang. Jika Anda memahamitenses, otomatis Anda mengenali kalimat ini sebagai simple past tense.

Gunakan Bahasa Inggris setiap hari di rumah dan di luar rumah untuk belajarspeaking. Di Pare, ada kursus yang mana seluruh peserta wajib berbicara menggunakan Bahasa Inggris, dan metode ini terbukti berhasil. Ikutilah klub bahasa Inggris. Jika Anda bertemu wisatawan asing, beranikan diri untuk mengobrol dengannya.

Kemampuan listening dan penambahan vocabulary dapat ditingkatkan dengan cara yang menyenangkan pula. Tonton film Hollywood dan simak dialog dari para aktor dan aktris. Catat kata baru yang Anda dapatkan dari teks terjemahan. Dengarkan lagu berbahasa inggris, cari teksnya, pelajari, dan jika bisa terjemahkan. Teks lagu tersedia gratis di internet. Sambil mendengarkan lagu, Anda dapat berlatih listening sekaligus menambah vocabulary.

Bahasa Inggris bukanlah momok bagi Anda. Gunakan cara belajar yang menyenangkan dan Anda akan menuai hasil yang menyenangkan pula.(*)

http://aa-belajaringgris.blogspot.com/2009/09/belajar-bahasa-inggris-yang.html

Drama Teater


SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung merupakan Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional (R-SMA-BI), maka dari itu di sekolah ini juga mengembangkan skill anak tidak hanya dalam bidang Akademik saja, tetapi bidang Non Akademik.....,Drama Teater merupakan salah satu wadah untuk mengasah bakat siswa dalam bidang non akademik. Kami berharap SMA Negeri 3 akan menjadi yang terdepan di antara sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten OKI, khususnya Provinsi Sumatera Selatan. Enjoy it......

Why Take the TOEFL® Test?

The TOEFL Test Gives You Advantages

More Choices

More than 7,500 colleges, universities and agencies in more than 130 countries rely on TOEFL test scores to help make admissions decisions. For a complete listing, see the TOEFL Destinations Directory (PDF).

More Convenient

You can take the TOEFL test at your choice of more than 4,500 conveniently located test sites in more than 165 countries worldwide. You also save time and money since the entire test is given in one day, rather than coming back a second day like some other tests.

Measures Academic Skills

The TOEFL test helps prove you have the English skills you will actually use in an academic classroom. In the test, you may read a passage from a textbook and listen to a lecture and then speak or write in response, just like you would in a classroom. Because the test is composed of 100% academic questions and tasks, many universities consider it the most appropriate test to use when making admissions decisions.

Rates Speaking More Fairly

Sure, you can take a test with a Speaking interview, but what if your interviewer has a bad day and rates you lower than you deserve? With the TOEFL test, there's no doubt your score is more objective and reliable, because Speaking responses are recorded and evaluated by three to six ETS raters rather than only one rater from a local testing site.

Scores Help You Stand Out

TOEFL test scores help you stand out because of the TOEFL test's reputation for quality, fairness and 100% academic composition. It is the most widely accepted English-language test in the world, including more than 7,500 colleges, universities, agencies and other institutions in 130 countries. And that list includes the top 100 universities in the world.

By sending TOEFL scores to your selected university, you will be proving that you are ready for academic success.

http://www.ets.org/toefl/study

Studying Abroad

Now Is the Right Time to Get the Advantage

In times of economic change, competition increases and higher education institutions and employers seek individuals with the best credentials and skills. A degree from an overseas, English-speaking university can be a big advantage. Plus, international experience is highly valued by employers of multinational companies and firms that do business all around the world.

Taking the First Step

If you're not a native speaker of English, you will need to show you can use and understand English at the university level. Schools rely on English-language proficiency tests like the TOEFL® test to measure applicants' English language abilities.

Before you register for the TOEFL test, research application deadlines and score requirements for the institutions you'd like to attend. Then, use the TOEFL Test Planning Calendar (PDF) to plan ahead — from test preparation and test dates through test score mailing dates.

Deciding Where to Study

By studying abroad, you expand your choices to include the world's top higher education institutions, as well as the opportunity to take courses you may not find anywhere else. You will also have a chance to experience new languages, cultures and lifestyles.

Gaining the TOEFL Advantage

By taking the TOEFL test, you can be sure of having the widest possible selection of schools that accept your scores, including the top 100 colleges and universities in the UK, U.S., Canada, Australia, New Zealand and more.

Search for schools that accept TOEFL® scores (PDF).

Studying Abroad is Life-Changing

  • A 50-year study of 3,400 students shows that "studying abroad is usually a defining moment in a young person's life and continues to impact the participant's life for years after the experience."1
  • 82% said that "they acquired skill sets that influenced their career path."
  • 70% stated that "it ignited an interest in a career direction that they pursued after the experience."

Studying Abroad Helps Your Career

A study by the Australian government showed:

  • Many employers state that having studied abroad helps job candidates stand out.2
  • Employers view studying abroad as evidence of the ability to adapt to new environments.
  • It demonstrates exposure to new ideas, philosophies and cultures.

Paying to Study Abroad

Yes, studying abroad has many advantages, but how do you pay for it, especially during challenging economic times? First, the cost isn't as high as you might think. Many universities offer excellent programs, scholarships, financial aid, grants and other assistance that can help you afford to study abroad.

With the value and the quality the TOEFL test delivers, it is one of the most affordable tools to support your efforts to study abroad.

Join the millions of students who will still study abroad this year and who will make the TOEFL test the first stop on their journey.

1 Institute for the International Education of Students: The Benefits of Study Abroad

2 2006 QETI and IEAA. The Attitudes and Perceptions of Australian Employers Towards an Overseas Study Experience.

TOEFL® 2010 Scholarship Program Winners

The TOEFL Scholarship Program helps students around the world realize their academic potential and become leaders in the Global Community.

Scholarship Winners in India and China

ETS developed a scholarship program to distinguish outstanding students in India and China. This program is designed to recognize students with high academic achievement, who have demonstrated leadership skills, innovative ideas and an outstanding ability to communicate in English.

These students will begin their postgraduate and undergraduate studies abroad in 2010.

The winners were announced at the 2010 ETS Scholarship Program Winners Announcement Ceremony and Press Conference in Beijing on May 13, 2010 and in Mumbai on July 20, 2010. The award ceremonies were presided over by Dr. Walt MacDonald, Executive Vice President and Chief Operating Officer, Educational Testing Service.

China Winners

Chinese Winners

India Winners

Indian Winners

Chinese Winners ($60,000 Awarded)

Postgraduate

  • Dong Wang
  • Hai Shang
  • Jinbo Li
  • Lu Wang
  • Mengxin Zhou
  • Nuo Yang
  • Qing He
  • Shen Wang
  • Shu Hu
  • Tianying He
  • Weikang Zhou
  • Wenjuan Qin
  • Yan Su
  • Yanfei Chen
  • Yi Ren
  • Yi Wang
  • Yichen Qian
  • Yiwen Zhang
  • Yixi Liu
  • Yuan Zhou

Graduate

  • Abliz Nijat
  • Boxiang Liu
  • Chi Zhang
  • Dexin Liu
  • Haomin Yan
  • Kun Guo
  • Leina Sha
  • Lingxiao Chen
  • Luchen Wang
  • Luxi Wei
  • Mengjie Wang
  • Nan Zhang
  • Qingyang Liu
  • Tian Zeng
  • Xianfan Wang
  • Xiao Huang
  • Xinci Li
  • Xingjian Ma
  • Yina Jin

Indian Winners ($50,000 Awarded)

  • Abha Jeurkar
  • Anirudh Iyer
  • Gayatri Sankunni Nair
  • Pulkit Khanna
  • Rachna Sharma
  • Saurajit Mukherjee
  • Sujay Subrahmanyan

Attending Institutions

Below is the list of universities and colleges where the 2010 TOEFL Scholarship Winners from China and India will be attending.

United States

  • Boston University
  • Brown University
  • Carnegie Mellon University
  • Colgate University
  • Columbia University
  • Cornell University
  • Duke University
  • Harvard University
  • Illinois Wesleyan University
  • Katholieke Universiteit Leuven
  • Lafayette College
  • Macalester College
  • Massachusetts Institute of Technology
  • Mount Holyoke College
  • Purdue University
  • Smith College
  • Stanford University
  • University of California
  • University of California, Los Angeles
  • University of Chicago
  • University of Michigan
  • University of North Carolina
  • University of Pennsylvania
  • University of Texas
  • University of Virginia
  • Yale University

United Kingdom

  • London Business School
  • London School of Economics
  • University of Oxford

Canada

  • McMaster University
  • University of British Columbia
  • University of Toronto

http://www.ets.org/toefl/scholarship/winners